Pasar tradisional pada pagi hari punya ritme sendiri. Lapak sayur baru saja ditata, penjual ikan sibuk menata es, dan lorong masih cukup lega untuk berjalan tanpa berdesakan. Bagi yang terbiasa berbelanja di swalayan, suasana ini bisa terasa membingungkan: tidak ada label harga di setiap barang, rute tidak ditandai, dan keputusan harus diambil cepat sambil bercakap dengan penjual.
Belanja di pasar pagi menjadi jauh lebih tenang bila sebagian keputusan sudah dibuat di rumah. Daftar, tas, rute, dan cara membawa pulang bahan dingin bisa direncanakan sejak malam sebelumnya. Di pasar, perhatian Anda tinggal tercurah pada hal yang memang hanya bisa dilakukan di sana, yaitu memilih bahan dan berbicara dengan penjual.
Malam sebelumnya: daftar, uang, dan tas
Persiapan paling berguna dimulai dari daftar belanja yang dikelompokkan menurut jenis lapak, bukan menurut abjad. Kelompok yang praktis untuk pasar adalah bumbu dan bahan kering, sayur dan buah, lalu protein basah seperti ikan, ayam, dan daging. Daftar belanja mingguan yang disusun dari jadwal makan sudah menjawab dua pertanyaan yang paling sering membuat ragu di lapak: berapa banyak, dan untuk hari apa. Untuk pasar, tambahkan satu hal: di samping setiap bahan, tulis penggantinya bila bahan itu tidak ada atau kondisinya kurang baik.
Periksa pula jadwal pasar. Sebagian pasar di daerah hanya ramai pada hari pasaran tertentu, dan ada los yang tutup pada hari libur. Mengetahui hal ini sejak malam membuat daftar belanja bisa disesuaikan, misalnya dengan menggeser pembelian ikan ke hari ketika los ikan buka.
Siapkan juga uang tunai dalam pecahan kecil. Sebagian lapak mungkin sudah menerima pembayaran nontunai, tetapi belum tentu semuanya, dan pecahan kecil memudahkan transaksi tanpa membuat penjual repot mencari kembalian di pagi yang sibuk.
Tas tampak sepele, padahal ikut menentukan kondisi belanjaan. Bawa beberapa tas terpisah sesuai kelompok bahan:
- Tas kain atau keranjang untuk sayur, buah, dan bumbu.
- Wadah atau kantong tertutup yang tidak bocor untuk ikan, ayam, dan daging mentah. Kantong dari penjual sering tipis, jadi masukkan lagi ke wadah Anda sendiri.
- Tas terpisah untuk jajanan atau makanan siap santap yang dibeli di pasar, agar tidak bersentuhan dengan bahan mentah.
- Kotak pendingin atau tas berinsulasi dengan kantong es bila perjalanan pulang cukup lama atau Anda membeli banyak protein segar.
Tas belanja yang dipakai ulang juga perlu dirawat. Panduan USDA FSIS, dinas inspeksi keamanan pangan milik Departemen Pertanian AS, menyarankan mencuci tas belanja pakai ulang setelah setiap pemakaian dengan air panas dan sabun, agar kuman tidak berpindah dari satu belanja ke belanja berikutnya. Tas yang dipakai untuk membawa ikan atau ayam mentah jelas membutuhkan perhatian ini.
Memilih jam dan menyusun rute
Belanja di pasar pagi memberi dua keuntungan: pilihan bahan masih lengkap, dan suhu udara belum terlalu panas bagi bahan mudah rusak yang dibawa pulang. Jam yang tepat berbeda di setiap pasar. Sebagian pasar sudah ramai sebelum subuh karena melayani pedagang yang berbelanja untuk dijual kembali, sedangkan pasar lain baru ramai setelah matahari naik. Satu atau dua kali kunjungan biasanya cukup untuk mengenali ritme pasar langganan Anda.
Rute di dalam pasar sebaiknya mengikuti prinsip sederhana: bahan yang paling tahan dibeli lebih dulu, bahan yang paling mudah rusak dibeli terakhir. Dalam praktik, urutannya adalah bumbu dan bahan kering, lalu sayur dan buah, dan terakhir ikan, ayam, atau daging sebelum langsung pulang.
Rute seperti ini dimudahkan oleh penataan pasar itu sendiri. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat mengatur pembagian area atau zonasi pasar sesuai jenis komoditas, misalnya basah dan kering, dan menetapkan tempat penjualan daging, karkas unggas, dan ikan di tempat khusus. Tidak semua pasar sudah menerapkannya, tetapi di pasar yang sudah menata los menurut zona, rute belanja bisa langsung mengikuti urutan los.
Perhatikan juga letak pintu keluar yang paling dekat dengan los basah. Bila protein segar dibeli terakhir, keluar lewat pintu terdekat memperpendek waktu bahan itu berada di udara terbuka.
Etika di lapak dan di lorong
Pasar adalah ruang kerja para pedagang. Beberapa kebiasaan sederhana membuat transaksi lebih lancar dan hubungan dengan penjual lebih baik:
- Sapa dan tanyakan dulu. Menanyakan harga atau ketersediaan sebelum mulai memilih memberi kesempatan penjual menjelaskan kondisi barangnya.
- Pilih tanpa merusak. Menekan-nekan buah atau membolak-balik tumpukan sayur membuat barang memar dan tidak bisa dijual kepada pembeli berikutnya. Bila perlu memeriksa, angkat dengan hati-hati atau minta penjual mengambilkan.
- Menawar dengan wajar. Menawar adalah bagian dari tradisi pasar di banyak daerah, tetapi lakukan dengan sopan dan terima jawaban penjual. Harga yang ditawar terlalu rendah tidak menghemat banyak bagi pembeli, sementara bagi penjual bisa berarti kehilangan keuntungan hari itu.
- Jangan menghalangi lorong. Bila berhenti untuk membaca daftar atau menata tas, menepilah. Lorong pasar sering sempit dan dilalui gerobak.
- Buang sampah di tempatnya. Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 menyatakan pedagang, pekerja, pengunjung, dan pembeli wajib ikut menciptakan dan menjaga kualitas lingkungan pasar. Lampirannya menyebut pembeli dan pengunjung perlu menjaga higiene sanitasi, antara lain dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Pasar pada musim hujan menuntut sedikit penyesuaian. Lantai los bisa becek dan licin, jadi pakailah alas kaki yang tidak mudah tergelincir. Jangan meletakkan tas belanja di lantai yang basah, karena bagian bawah tas akan membawa kotoran ke meja dapur di rumah. Bila perlu meletakkan tas, cari bangku atau pinggiran meja yang kering, dan mintalah izin kepada pemilik lapak.
Menjadi pelanggan tetap di beberapa lapak juga punya manfaat praktis. Penjual yang sudah mengenal Anda lebih mudah dimintai saran bahan yang sedang bagus, atau disisihkan barang tertentu bila Anda memesan sehari sebelumnya.

Memisahkan bahan sejak di pasar
Pemisahan bahan mentah dari bahan siap santap tidak dimulai di dapur, tetapi sejak barang pertama masuk tas. FDA menyebut sayur dan buah perlu punya kantong sendiri, terpisah dari protein hewani mentah, sejak dari tempat belanja. FSIS menambahkan agar kantong dipakai untuk memisahkan daging, unggas, dan hasil laut mentah dari bahan lain, sehingga cairannya tidak mencemari belanjaan yang lain. Prinsip serupa berlaku di balik meja pedagang: lampiran Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 meminta pisau untuk bahan mentah dan pisau untuk bahan matang di los basah dibedakan.
Di pasar tradisional, beberapa situasi membutuhkan perhatian khusus:
- Kantong ikan atau ayam yang meneteskan air. Ikat rapat, lalu masukkan ke wadah tertutup sebelum digabung dengan tas lain.
- Jajanan pasar dan lauk matang. Makanan siap santap seperti kue basah, nasi bungkus, atau gorengan masuk tas tersendiri, tidak diletakkan di atas kantong daging.
- Telur. Taruh di bagian atas tas agar tidak retak tertindih, tetapi jangan bersentuhan dengan kantong protein mentah.
- Tahu dan tempe. Keduanya bahan siap olah yang mudah rusak. Letakkan bersama sayur, jauh dari kantong ikan.
Tangan Anda sendiri juga termasuk jalur pencemaran. FSIS menjelaskan bahwa mencuci tangan setelah memegang daging atau unggas mentah, maupun kemasannya, adalah keharusan, karena apa pun yang disentuh setelahnya dapat ikut tercemar. Aturan Pasar Sehat pun, di bagian perilaku hidup bersih untuk pengunjung dan pembeli, meminta tangan segera dicuci dengan sabun terutama setelah memegang daging, ikan, dan ayam. Pasar yang losnya sudah memenuhi standar seharusnya menyediakan tempat cuci tangan bersabun dengan air mengalir. Di pasar lain, fasilitas itu belum tentu mudah dijangkau. Karena itu, hindari makan jajanan atau memegang makanan siap santap setelah memegang kantong ikan dan ayam, sampai tangan bisa dicuci. Tisu basah membantu membersihkan kotoran yang tampak, tetapi tidak menggantikan cuci tangan dengan sabun dan air setibanya di rumah.
Urutan rute yang menaruh protein segar di akhir juga membantu pemisahan ini. Tas sayur sudah penuh dan tertutup sebelum Anda sampai di los ikan, sehingga risiko tetesan jatuh ke sayur lebih kecil. Bila rencana berubah dan Anda terpaksa membeli ikan di awal, titipkan dulu di lapak penjualnya bila diizinkan, lalu ambil saat hendak pulang. Cara ini juga mengurangi waktu ikan berada di luar es.
Memilih bahan di lapak
Memilih bahan segar adalah keterampilan yang terbentuk dari kebiasaan, dan setiap bahan punya cirinya sendiri. Beberapa pegangan umum:
- Sayur dan buah: hindari yang memar atau luka, sesuai saran FDA. Pada sayur daun, batangnya harus masih tegak dan pangkal ikatannya kering serta tidak berbau. Untuk buah, sesuaikan tingkat kematangan dengan hari pemakaian: buah yang akan dimakan akhir pekan sebaiknya dibeli yang masih agak mengkal.
- Ikan: perhatikan apakah ikan dipajang di atas es, tidak berbau menyengat, dan dagingnya kembali ketika ditekan ringan. Minta penjual membersihkan sisik dan isi perut bila Anda tidak ingin mengerjakannya di rumah.
- Ayam dan daging: pilih lapak yang meja dan alat potongnya tampak bersih, dan minta dipotong sesuai kebutuhan masak agar tidak perlu dipotong ulang di rumah.
- Produk kemasan: lampiran Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 menyebut produk pangan segar, pangan olahan, dan pangan siap saji yang dijual di pasar harus bersertifikat atau berlabel sebagai jaminan keamanan pangan dari pemerintah atau lembaga yang ditunjuk. Ketentuan itu ditujukan kepada pengelola dan pedagang. Sebagai pembeli, Anda tetap bisa memeriksa label, tanggal, dan keutuhan kemasan sebelum membayar.
Untuk bumbu dan bahan lain yang dibeli dalam jumlah kecil, perhatikan pula hal-hal berikut:
- Bawang merah dan bawang putih: kulit luar kering, umbi padat, tanpa bagian lunak atau berjamur.
- Cabai dan tomat: kulit mengilap, tidak keriput, dan tidak ada bintik lunak. Beli secukupnya karena keduanya cepat turun mutunya bila terlalu matang.
- Tahu dan tempe: tahu yang direndam air sebaiknya berair jernih dan tidak berbau asam. Tempe yang baik padat dan terbungkus rapi oleh jamur putih.
- Telur: pilih yang cangkangnya utuh, tidak retak, dan tidak terlalu kotor.
Ciri-ciri kesegaran di atas membantu menilai mutu, tetapi tidak menjamin keamanan. Bakteri penyebab penyakit tidak selalu mengubah tampilan, bau, atau rasa bahan. Karena itu, keamanan tetap bergantung pada penanganan setelahnya: pendinginan yang cepat, pemisahan dari bahan lain, dan pemasakan sampai matang.
Membaca kelengkapan los sebelum memilih langganan
Selain kondisi barang, kelengkapan lapak ikut menentukan seberapa terjaga bahan sebelum sampai ke tangan Anda. Lampiran Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 memuat persyaratan tempat penjualan, dan sebagian besar bisa diamati pembeli dalam sekali lewat:
- Meja los basah. Permukaannya rata tetapi cukup miring agar air tidak menggenang, punya lubang pembuangan, tingginya minimal 60 cm dari lantai, dan terbuat dari bahan tahan karat, bukan kayu. Ikan yang digelar di atas papan kayu basah di dekat lantai jelas jauh dari ketentuan itu.
- Tempat dingin dan beku. Lapak bahan basah diminta memiliki penyimpanan beku bersuhu paling tinggi −18 °C dan penyimpanan dingin paling tinggi 4 °C. Etalase untuk produk dingin dibatasi paling tinggi 7 °C, sedangkan etalase produk beku paling tinggi −10 °C.
- Alat potong. Talenan kedap air, mudah dibersihkan, dan tidak mengandung bahan beracun. Pisau tidak berkarat, dan pisau untuk bahan mentah berbeda dari pisau untuk bahan matang.
- Cuci tangan dan sampah. Ada tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tempat sampah kering dan basah yang kedap air dan tertutup.
- Lorong dan bahan berbahaya. Lorong di setiap los lebarnya minimal 1,5 meter, dan bahan berbahaya dan beracun tidak ditempatkan berdampingan dengan zona pangan. Lapak yang memajang racun serangga di sebelah tumpukan tahu tidak sejalan dengan ketentuan ini.
Untuk jajanan, lampiran yang sama meminta makanan disajikan dalam keadaan terbungkus atau tertutup. Jajanan siap saji yang sudah lebih dari enam jam, bila masih baik, harus diolah kembali sebelum disajikan. Kue basah yang dipajang terbuka di tepi lorong berdebu tidak memenuhi syarat yang pertama.
Daftar ini bukan bahan untuk menegur pedagang. Persyaratan itu menjadi urusan pengelola dan pedagang, dan banyak pasar masih dalam tahap pembenahan. Bagi pembeli, gunanya adalah pembanding saat memilih lapak langganan. Bila dua penjual ayam menawarkan mutu yang mirip, pilih yang mejanya mudah dibersihkan dan pisaunya tidak dipakai bergantian untuk lauk matang.
Mengendalikan pengeluaran tanpa patokan harga
Di pasar, pengeluaran paling mudah bocor lewat tawaran spontan dan pembelian yang tidak ada di daftar. Pengendaliannya bukan menghafal harga, melainkan menetapkan batas uang sebelum berangkat dan mencatat apa yang benar-benar dibayar.
- Bawa uang sesuai rencana. Pisahkan uang belanja dari uang lain di dompet. Bila uang belanja habis sebelum daftar selesai, itu tanda daftar atau perkiraan perlu disesuaikan, bukan tanda harus menarik uang lagi.
- Catat harga yang dibayar. Tulis di balik daftar atau di ponsel. Setelah beberapa pekan, catatan itu memperlihatkan pola harga di pasar langganan Anda dan membantu menyusun anggaran yang realistis.
- Waspadai jumlah besar. Penjual kadang menawarkan harga lebih murah untuk pembelian dalam jumlah banyak. Tawaran itu hanya menghemat bila semua bahan terpakai sebelum rusak atau memang direncanakan untuk dibekukan.
- Manfaatkan daftar pengganti. Bila satu sayur sedang mahal, sayur lain yang sejenis sering bisa menggantikannya dalam menu yang sama.
Catatan yang sama kelak bisa dipakai untuk membandingkan belanja di pasar dengan belanja di swalayan atau aplikasi, karena kedua angkanya berasal dari rumah Anda sendiri.
Perjalanan pulang dan rantai dingin
Begitu protein segar masuk tas, waktu mulai berjalan. Bahan yang mudah rusak, menurut FSIS dan FDA, hanya boleh berada di suhu ruang paling lama dua jam, dan tinggal satu jam kalau udara lebih panas dari 90°F atau 32°C. Anggap batas ini berlaku total, termasuk waktu di lapak, di perjalanan, dan saat membongkar belanjaan di rumah.
Di banyak kota di Indonesia, suhu siang hari bisa melewati 32°C, dan kabin mobil atau bagasi motor yang terkena matahari jauh lebih panas lagi. Beberapa langkah membantu menjaga bahan tetap dingin:
- Masukkan protein segar ke kotak pendingin atau tas berinsulasi bersama kantong es segera setelah dibeli.
- Minta penjual ikan menambahkan sedikit es ke dalam kantong, bila memungkinkan.
- Langsung pulang setelah membeli protein segar. Tunda urusan lain atau lakukan sebelum ke los basah.
- Jangan meninggalkan tas belanja di mobil atau motor yang diparkir di bawah matahari.
Seberapa dingin isi kotak pendingin yang memadai? Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, yang memuat standar kesehatan lingkungan, mewajibkan usaha pangan siap saji menyimpan bahan mentah asal hewan pada 4 °C atau lebih rendah. Usaha yang tidak memiliki lemari pendingin boleh menggantinya dengan kotak pendingin yang diisi coolpack, dry ice, atau es balok; syaratnya, ada termometer di dalamnya untuk memantau suhu. Ketentuan itu ditujukan kepada pelaku usaha, bukan pembeli rumahan, tetapi angkanya berguna sebagai patokan. Selipkan termometer kulkas kecil ke dalam tas berinsulasi pada dua atau tiga kali belanja pertama. Angka yang terbaca setibanya di rumah memperlihatkan apakah kantong es Anda sanggup menahan dingin sepanjang jalan, atau perlu ditambah es balok dari penjual ikan.
Membawa belanjaan dengan sepeda motor
Bila Anda berbelanja ke pasar dengan motor, cara menata belanjaan di motor ikut menentukan kondisinya saat tiba. Beberapa hal praktis:
- Tempatkan kotak pendingin atau tas protein di tempat yang tidak menempel ke mesin atau knalpot, misalnya di pijakan kaki depan atau di boncengan yang diikat kuat.
- Letakkan telur, tomat, dan buah lunak di tas paling atas atau digantung agar tidak tertindih.
- Jangan menyimpan tas protein mentah di dalam bagasi jok bila motor akan diparkir lama di bawah matahari, karena ruang itu cepat panas.
- Bila hujan, bungkus tas kain dengan plastik agar sayur tidak basah kuyup sebelum sampai rumah.
Bila jarak pasar ke rumah dekat dan Anda berjalan kaki pada pagi yang masih sejuk, kotak pendingin mungkin tidak diperlukan. Yang penting adalah menghitung seluruh waktunya, termasuk mampir ke warung atau mengobrol dengan tetangga di jalan.
Sesampai di rumah
Urutan membongkar belanjaan menentukan apakah rantai dingin berakhir dengan baik. Dahulukan bahan yang perlu didinginkan, baru kemudian yang tahan di suhu ruang.
- Ikan, ayam, dan daging langsung ke kulkas atau freezer, tetap di wadah tertutupnya, di rak paling bawah. Wadah tertutup itu penting karena cairan daging dan ikan mudah menetes ke rak di bawahnya. Ayam mentah tidak perlu dicuci sebelum disimpan atau dimasak. FSIS menjelaskan bahwa mencuci ayam mentah justru dapat memercikkan kuman ke bak cuci, meja, dan makanan lain.
- Tahu, tempe, dan produk dingin menyusul ke kulkas.
- Sayur daun menyusul. Buka dulu ikatan kangkung dan bayam, buang daun yang busuk, dan potong akar berlumpur; setelah itu, cara menyimpan sayuran daun membedakan daun yang layak dicuci sekarang dari yang lebih baik dicuci menjelang dimasak.
- Bumbu, umbi, dan bahan kering terakhir, ke pantry atau keranjang berventilasi.
Jajanan pasar dan lauk matang yang dibeli tidak luput dari aturan waktu. FDA menyebut aturan dua jam juga berlaku untuk sisa makanan dan makanan bawa pulang. Kue basah bersantan dan lauk berkuah yang tidak dimakan pagi itu sebaiknya masuk kulkas, bukan dibiarkan di meja makan sampai sore. Nasi bungkus punya batas lebih pendek: FSA, badan standar pangan Inggris, menyarankan nasi dari luar rumah dimakan tidak lama setelah dibeli, dan nasi yang tersisa didinginkan dalam satu jam, disimpan di kulkas paling lama satu hari, serta dipanaskan ulang sekali saja sampai beruap panas.
Setelah semuanya tersimpan, FSIS menyarankan mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik sepulang belanja, serta membersihkan permukaan dan meja tempat belanjaan diletakkan. Cuci juga tas atau wadah yang dipakai membawa ikan dan ayam.
Ayam atau daging yang dibeli untuk beberapa kali masak sebaiknya dibagi sebelum masuk freezer, supaya kelak cukup satu bungkus yang dicairkan. Daging giling pun tidak perlu dicairkan sekantong penuh bila hanya separuh yang dipakai; cara membuat kantongnya mudah dibagi saat masih beku ada di membekukan bahan dalam porsi.
Satu pagi di pasar, dari awal sampai pulang
Pagi yang diceritakan di bawah ini tidak diambil dari pengalaman nyata; urutannya disusun sebagai ilustrasi. Seorang pembeli berbelanja untuk tiga hari ke depan di pasar lingkungan yang berjarak sekitar lima belas menit naik motor dari rumah.
- Malam sebelumnya: daftar disusun dalam tiga kelompok, dengan pengganti untuk setiap bahan. Tas kain, dua wadah tertutup, dan tas berinsulasi dengan dua kantong es beku disiapkan di dekat pintu. Uang pecahan kecil dimasukkan ke dompet terpisah.
- Di pasar, bagian pertama: bawang, cabai, dan kemiri dibeli di lapak bumbu. Tomat dan kangkung dibeli di lapak sayur. Kangkung yang direncanakan ternyata kurang segar, jadi diganti sawi sesuai daftar pengganti.
- Di pasar, bagian kedua: tahu dan tempe dimasukkan ke tas sayur. Di los ikan, dua ekor kembung dibersihkan penjual, dimasukkan ke kantong, lalu ke wadah tertutup di dalam tas berinsulasi.
- Pulang: langsung pulang tanpa mampir. Di rumah, ikan yang akan dimasak esok hari masuk kulkas lebih dulu, disusul tahu, tempe, dan sawi. Tangan dicuci, meja dilap, dan wadah ikan dicuci.
Pada pekan berikutnya, orang yang sama bisa menilai ulang rencananya. Apakah dua kantong es cukup? Apakah sawi pengganti ternyata lebih cocok daripada kangkung? Apakah ada bahan yang terbeli berlebihan karena tawaran penjual? Pertanyaan sederhana seperti ini membuat rencana belanja di pasar makin pas dengan kebutuhan rumah sendiri, bukan dengan saran umum.
Belanja di pasar pagi seperti ini tidak menuntut perlengkapan mahal. Yang dibutuhkan hanyalah urutan yang dipikirkan sebelum berangkat.
Pertanyaan sebelum berangkat ke pasar
Benarkah bahan di pasar tradisional kurang aman dibandingkan di swalayan?
Keamanan bahan lebih ditentukan oleh penanganannya daripada jenis tempat belanjanya. Di mana pun Anda berbelanja, prinsipnya sama: pilih bahan dalam kondisi baik, pisahkan bahan mentah dari yang siap santap, jaga rantai dingin, dan masak sampai matang.
Perlukah membawa kotak pendingin setiap kali ke pasar?
Tidak selalu. Kotak pendingin berguna bila perjalanan pulang lama, udara panas, atau Anda membeli banyak protein segar. Untuk belanja singkat pada pagi yang sejuk, tas terpisah dan pulang segera mungkin sudah cukup.
Bolehkah meminta penjual memotong atau membersihkan bahan?
Umumnya boleh. Di los ikan, membuang sisik dan isi perut sudah lazim diminta, begitu pula memotong ayam menjadi beberapa bagian. Sampaikan sejak awal, beri waktu bila lapak ramai, dan minta hasilnya langsung masuk kantong tertutup. Ingat bahwa antrean potong menambah waktu bahan di luar pendingin, jadi jadikan lapak itu perhentian terakhir.
Bagaimana bila bahan yang dibeli ternyata kurang baik setelah sampai di rumah?
Bila bahan menunjukkan tanda rusak, jangan dipaksakan untuk dimasak. Sampaikan dengan baik kepada penjual pada kunjungan berikutnya. Masukan yang disampaikan dengan sopan membantu penjual langganan menjaga mutu barangnya.
Sumber dan tanggal akses
- Selecting and Serving Produce Safely, U.S. Food and Drug Administration. Memilih produk yang tidak memar dan mengantongi sayur serta buah terpisah dari daging, unggas, dan hasil laut mentah. Diakses 27 September 2026.
- Washing Food: Does it Promote Food Safety?, USDA Food Safety and Inspection Service. Pemisahan produk mentah dengan kantong saat belanja, mencuci tas pakai ulang setelah setiap pemakaian, mencuci tangan sepulang belanja, membersihkan permukaan tempat belanjaan diletakkan, mencuci tangan setelah memegang daging atau unggas mentah beserta kemasannya, dan alasan tidak mencuci daging atau unggas mentah. Diakses 27 September 2026.
- Leftovers and Food Safety, USDA Food Safety and Inspection Service. Batas dua jam di suhu ruang dan satu jam di atas 90°F untuk bahan mudah rusak. Diakses 27 September 2026.
- Are You Storing Food Safely?, U.S. Food and Drug Administration. Aturan dua jam untuk daging, unggas, hasil laut, telur, bahan yang perlu didinginkan, sisa makanan, dan makanan bawa pulang. Diakses 27 September 2026.
- Home food fact checker, Food Standards Agency, Inggris. Nasi dari luar rumah sebaiknya dimakan tidak lama setelah dibeli; sisa nasi didinginkan idealnya dalam satu jam, disimpan di kulkas paling lama satu hari, dan dipanaskan ulang sekali saja. Diakses 27 September 2026.
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat, JDIH BPK RI. Pasal 5 tentang kewajiban pedagang, pekerja, pengunjung, dan pembeli menjaga lingkungan pasar. Lampiran halaman 19 tentang peran pembeli dan pengunjung; halaman 20 butir 4.b.1) tentang produk pangan yang harus bersertifikat atau berlabel; halaman 21 tentang jajanan yang terbungkus atau tertutup dan jajanan lebih dari enam jam yang diolah kembali; halaman 23–24 tentang zonasi basah dan kering, tempat khusus daging, karkas unggas, dan ikan, lorong minimal 1,5 meter, bahan berbahaya yang terpisah dari zona pangan, meja los basah setinggi minimal 60 cm dari bahan tahan karat, penyimpanan beku −18 °C dan dingin 4 °C, etalase 7 °C dan −10 °C, talenan, pisau mentah dan matang yang berbeda, tempat cuci tangan, serta tempat sampah; halaman 43 tentang pembeli yang segera mencuci tangan dengan sabun setelah memegang daging, ikan, dan ayam. Diakses 28 September 2026.
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, JDIH BPK RI. Lampiran bagian Media Pangan, persyaratan kesehatan pangan olahan siap saji, halaman 59: bahan mentah dari hewan disimpan pada suhu 4 °C atau kurang, dan bila tidak ada lemari pendingin dapat memakai kotak pendingin dengan coolpack, dry ice, atau es balok yang dilengkapi termometer. Diakses 28 September 2026.